Wednesday, October 5, 2016

resign dari bumn

bekerja di perusaaan milik negara adalah dambaan hampir semua lulusan universitas. saya juga kok. dulu.

singkat cerita, setelah 3 tahun-an bekerja disana, saya memutuskan untuk resign. semua orang bertanya kenapa. kenapa. kenapa. haha.
saya selalu memberi jawaban berbeda kepada setiap kalangan yang bertanya. karena memang alasan saya resign itu lebih dari satu.

saya percaya bahwa kita tidak hidup untuk bekerja. saya tidak ingin bekerja kantoran sampai pensiun atau selama 30 tahun. saya berprinsip bahwa bekerja itu hanyalah perjalanan mecari bekal untuk kehidupan kita setelah bekerja. entah itu bisnis atau bekerja di rumah.

saya pernah menonton video jack ma (founder alibaba) beliau berpesan bahwa di usia saya saat ini (dibawah 30 tahun) bekerjalah di perusahaan yang bisa mengajari kamu efisiensi dan kerja keras untuk menggapai mimpi, bantulah para pimpinannya sekuat tenaga sehingga kamu bisa merasakan semangat dari para pimpinan yang berupaya mengembangkan perusahaannya. sejujurnya hal ini tidak saya dapatkan disana.

saya merasa kalau hidup saya menjadi sangat monoton, kerjaan administrasi dan berulang. saya hanya mendapatkan uang, tapi saya tidak mendapatkan pelajaran bagaimana menciptakan uang dengan tangan saya sendiri. saya berfikir kalau begini terus saya tidak akan maju, saya akan tenggelam disini, saya tidak akan berkembang.

jakarta
ibu kota indonesia menurut saya sudah tidak nyaman untuk makhluk hidup. macet, penuh, sesak, banjir, semuanya mahal, kriminalitas tinggi, polusi, makanan tidak sehat, harga rumah tidak realistis. saya tidak mau beli rumah dipinggiran jakarta, pulang pergi berdesakan naik kereta komuter / bermacet ria naik kendaraan pribadi, berangkat atau pulang tidak pernah melihat matahari, jarang ketemu keluarga. apakah itu yang disebut hidup? jakarta hanya cocok untuk kalangan jetset, bisnisman sukses.

politik kantor
tidak ada kantor yang sempurna. mungkin di semua kantor juga ada politiknya. tapi ya sudahlah, saya tidak mau menjelek-jelekan hehehe.

teman-teman
saya meninggalkan teman-teman saya disana, beruntung saya dikenal oleh orang banyak. banyak juga kok yang sedih ketika saya akan pergi. tapi keputusan saya sudah bulat, saya harus resign. saya harus mengikuti kata hati saya.

takut
saya takut sama masa depan. semua gambaran masa depan menjadi semakin tidak jelas, setelah saya resign. saya tidak punya pekerjaan, tidak punya calon istri, haha. saya takut kalo kenalan sama cewek nanti ditanya kerja dimana, takut ditanya calon mertua. saya takut, apalagi usia saya bertambah setiap detiknya.

rencana
saya mulai mengerjakan rencana-rencana yang ada di otak saya, beberapa sudah ada yang saya jalankan dan beum berhasil, haha. mungkin karena saya orang nya multi tasking dan bosenan jadi tidak fokus sama satu, ini yang harus saya latih.